No photo! Delete it!

no photo

Fotografi bagi banyak orang merupakan hobi yang menyenangkan. Dengan membawa gadget berupa kamera digital, di manapun dan kapanpun, ketika melihat obyek yang menarik, foto pun dapat dengan mudah diambil. Senang rasanya jika berhasil menangkap gambar dengan kualitas yang tinggi. Inilah salah satu kepuasan dalam fotografi.

Sayangnya, di beberapa tempat, mengambil foto merupakan hal yang dilarang. Terkadang, karena terlalu asyik mengambil gambar, kita tidak terlalu memperhatikan bahwa ada tanda larangan mengambil foto di suatu tempat. Tempat itu biasanya di suatu gedung, suatu supermarket, atau tempat lainnya.

Saya sendiri pernah tertangkap basah mengambil foto di tempat “terlarang”.πŸ˜› Hehe..

Begini ceritanya. Ketika saya pergi menggunakan pesawat dari Jakarta ke Okinawa, saya transit di Hongkong. Di bandara Hongkong, saya mengambil beberapa foto mengenai situasi di dalam bandara. Saya pun kemudian masuk ke salah satu ruangan. Dari dalam ruangan itu saya dapat melihat pesawat “Cathay Pasific” sedang parkir. Wah, obyek yang menarik untuk difoto! Saya foto saja pesawat itu. Kemudian, di tempat yang sama, saya melihat rekan-rekan saya. Saya pun mengambil foto rekan-rekan saya di sana.

Tepat setelah saya mengambil foto, salah satu petugas security meneriaki saya, “Hei! No photo!”. Dia pun menunjuk tanda larangan mengambil foto di ruangan ini. Ruangan ini adalah ruangan pemeriksaan barang bawaan. Saya tidak menyadari adanya larangan ini ketika memasuki ruangan.

Petugas security yang meneriaki saya tadi pun mengambil langkah lebih lanjut. “Where is the photo? Derete it!” (maksudnya, delete it!). Saya menunjukkan hasil tangkapan kamera digital saya yang memotret rekan-rekan saya di ruangan ini. Foto itu pun saya hapus. Kemudian saya menunjukkan foto pesawat “Cathay Pasific” yang saya ambil di ruangan itu juga. Ketika saya akan menghapus, petugas itu mengatakan, “No, don’t derete it. It’s good!”.

Wahaa.. saya mengambil dua foto di ruangan itu, tapi hanya satu yang harus dihapus. Apa karena foto yang satu lagi itu foto pesawat “Cathay Pasific” yang merupakan maskapai penerbangan dari Hongkong?πŸ˜› hehehe.. Anyway, beruntung saya ketika itu. Untung kameranya tidak disita petugas, hanya disuruh menghapus foto. Hehe..

Sejak kejadian itu, sebelum saya mengambil foto, terutama dalam ruangan, saya selalu melihat sekeliling apakah ada larangan mengambil foto di sana. Hohoho..πŸ˜€

Disclaimer: Gambar dilarang foto di atas diambil dari http://www.designofsignage.com

10 Balasan ke No photo! Delete it!

  1. fikriw mengatakan:

    kalo make HP gmn?kan bisa asal jepret tuh..πŸ˜€

  2. baguspewe mengatakan:

    Hehe.. bisa aja asal jepret, asal jangan ketahuan aja..πŸ˜›
    Nah, kalo ketahuan, sanksinya bisa mulai dari diminta hapus file sampe HP-nya disita.. atau bisa jadi lebih dari itu kali ya?πŸ™‚

  3. Ooze mengatakan:

    YOOOOOOOW….

    hooo…
    emang tuh…
    tapi kalo di Jepang, untuk shutternya kamera, pasti bunyi… ga bisa di silent. (^_^)
    Trus kalo udah ada dilarang foto, entah mengapa 98 persen ga ada yang ambil foto. (^_^)

  4. baguspewe mengatakan:

    Bener.. salah satu yang saya salutkan dari orang Jepang tuh mereka tertib. Salut..

  5. rita mengatakan:

    aku pernah ke suatu tempat (lupa di mana), di sana ada tanda dilarang memotret dan dilarang makan es krim? kenapa ya?

  6. baguspewe mengatakan:

    hmm.. kenapa dilarang? yang lebih tahu kayanya yang bikin aturan di sana.. Kapan-kapan kalo ke sana tanyain aja sama petugasnya..πŸ˜›

  7. RnD HW mengatakan:

    iya, pada HP jepang, fungsi kameranya tidak bisa di silent.

  8. zakki120 mengatakan:

    teliti banget ya petugas securitynya

    pangalaman aku sih di bandara intl S’pore ga segitunya kok…foto2 aja seenaknya…

  9. indra surya mengatakan:

    Baru satu jam yg lalu saya ditegur oleh seorang supervisor supermarket karena mengambil gambar dgn hp untuk barang yang unik dan awalnya ingin saya beli. Namun saya tersinggung dengan caranya menegur, dan ketika saya argumen soal tidak adanya tanda larangan atau tulisan yang melarang pengunjung untuk tidak mengambil gambar, dia malah bilang ; yah bapak kan sudah tahulah aturannya. Dan saya komplain atas tindakannya itu kepada supervisor yg lain dan terlihat lebih senior.
    Saya memang tahu bahwa bangunan/gedung itu adalah milik supermarket tersebut. Bila makan makanan yg belum dibayar d supermarket, memang salah karena belum ada yg namanya perpindahan hak dari penjual kepada orang yg memakan makanan.
    Demikian juga apabila pengunjung supermarket membawa barang yg belum dibayarnya di kasir ketika meninggalkan tempat itu. Dalam pandangan saya, tidak ada yg sifatnya rahasia dari barang yang di pajang d supermarket, atau melanggar hak supermarket, memotret foto toh sama saja bagi saya dengan pandangan visual mata. Saya minta pencerahan kepada rekan2, aturan apa yg menjadi landasan atau paling tidak argumen apa yg dijadikan landasan sehingga dilarang mengambil gambar dalam supermarket. Terima kasih

    • baguspewe mengatakan:

      Mungkin salah satu alasannya adalah karena alasan kompetisi supermarket. Pihak supermarket mungkin mencegah orang meniru tata letak barang-barang di supermarket dengan cara memotret ruangan supermarket, atau memotret harga-harga barang yang kemudian bisa dijadikan patokan harga barang bagi supermarket lainnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: