
Fotografi bagi banyak orang merupakan hobi yang menyenangkan. Dengan membawa gadget berupa kamera digital, di manapun dan kapanpun, ketika melihat obyek yang menarik, foto pun dapat dengan mudah diambil. Senang rasanya jika berhasil menangkap gambar dengan kualitas yang tinggi. Inilah salah satu kepuasan dalam fotografi.
Sayangnya, di beberapa tempat, mengambil foto merupakan hal yang dilarang. Terkadang, karena terlalu asyik mengambil gambar, kita tidak terlalu memperhatikan bahwa ada tanda larangan mengambil foto di suatu tempat. Tempat itu biasanya di suatu gedung, suatu supermarket, atau tempat lainnya.
Saya sendiri pernah tertangkap basah mengambil foto di tempat “terlarang”.
Hehe..
Begini ceritanya. Ketika saya pergi menggunakan pesawat dari Jakarta ke Okinawa, saya transit di Hongkong. Di bandara Hongkong, saya mengambil beberapa foto mengenai situasi di dalam bandara. Saya pun kemudian masuk ke salah satu ruangan. Dari dalam ruangan itu saya dapat melihat pesawat “Cathay Pasific” sedang parkir. Wah, obyek yang menarik untuk difoto! Saya foto saja pesawat itu. Kemudian, di tempat yang sama, saya melihat rekan-rekan saya. Saya pun mengambil foto rekan-rekan saya di sana.
Tepat setelah saya mengambil foto, salah satu petugas security meneriaki saya, “Hei! No photo!”. Dia pun menunjuk tanda larangan mengambil foto di ruangan ini. Ruangan ini adalah ruangan pemeriksaan barang bawaan. Saya tidak menyadari adanya larangan ini ketika memasuki ruangan.
Petugas security yang meneriaki saya tadi pun mengambil langkah lebih lanjut. “Where is the photo? Derete it!” (maksudnya, delete it!). Saya menunjukkan hasil tangkapan kamera digital saya yang memotret rekan-rekan saya di ruangan ini. Foto itu pun saya hapus. Kemudian saya menunjukkan foto pesawat “Cathay Pasific” yang saya ambil di ruangan itu juga. Ketika saya akan menghapus, petugas itu mengatakan, “No, don’t derete it. It’s good!”.
Wahaa.. saya mengambil dua foto di ruangan itu, tapi hanya satu yang harus dihapus. Apa karena foto yang satu lagi itu foto pesawat “Cathay Pasific” yang merupakan maskapai penerbangan dari Hongkong?
hehehe.. Anyway, beruntung saya ketika itu. Untung kameranya tidak disita petugas, hanya disuruh menghapus foto. Hehe..
Sejak kejadian itu, sebelum saya mengambil foto, terutama dalam ruangan, saya selalu melihat sekeliling apakah ada larangan mengambil foto di sana. Hohoho..
Disclaimer: Gambar dilarang foto di atas diambil dari www.designofsignage.com











Maret 31, 2008 pukul 10:29 pm |
kalo make HP gmn?kan bisa asal jepret tuh..
April 1, 2008 pukul 2:41 pm |
Hehe.. bisa aja asal jepret, asal jangan ketahuan aja..
Nah, kalo ketahuan, sanksinya bisa mulai dari diminta hapus file sampe HP-nya disita.. atau bisa jadi lebih dari itu kali ya?
April 1, 2008 pukul 9:40 pm |
YOOOOOOOW….
hooo…
emang tuh…
tapi kalo di Jepang, untuk shutternya kamera, pasti bunyi… ga bisa di silent. (^_^)
Trus kalo udah ada dilarang foto, entah mengapa 98 persen ga ada yang ambil foto. (^_^)
April 2, 2008 pukul 2:56 pm |
Bener.. salah satu yang saya salutkan dari orang Jepang tuh mereka tertib. Salut..
April 16, 2008 pukul 1:16 pm |
aku pernah ke suatu tempat (lupa di mana), di sana ada tanda dilarang memotret dan dilarang makan es krim? kenapa ya?
April 24, 2008 pukul 3:39 pm |
hmm.. kenapa dilarang? yang lebih tahu kayanya yang bikin aturan di sana.. Kapan-kapan kalo ke sana tanyain aja sama petugasnya..
Juni 26, 2008 pukul 6:54 pm |
iya, pada HP jepang, fungsi kameranya tidak bisa di silent.
Juli 7, 2008 pukul 12:36 am |
teliti banget ya petugas securitynya
pangalaman aku sih di bandara intl S’pore ga segitunya kok…foto2 aja seenaknya…